1.MEA (Masyarakat Ekonomi Asean)
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan kesepakatan
negara-negara ASEAN dalam meningkatkan kerja sama bidang perekonomian akan
diberlakukan pada 31 Desember 2015. Bentuk kerja sama ini bertujuan agar
terciptanya aliran bebas barang, jasa, dan tenaga kerja terlatih, serta aliran
investasi yang lebih bebas. Indonesia yang merupakan salah satu negara yang
ikut ambil bagian dalam MEA 2015 memiliki potensi dan peluang yang besar untuk meningkatkan
perekonomian nasional.2.Tujuan Ekonomi ASEAN 2015
Tujuan dibuatnya Ekonomi ASEAN 2015 yaitu untuk meningkatkan stabilitas perekonomian dikawasan ASEAN, dengan dibentuknya kawasan ekonomi ASEAN 2015 ini diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah dibidang ekonomi antar negara ASEAN, dan untuk di Indonesia diharapkan tidak terjadi lagi krisis seperti tahun 1997.
3.Kelemahan
Kelemahan-kelemahan
Indonesia yang belum bisa bersaing dengan negara-negara ASEAN adalAH SDM
Indonesia sampai saat ini juga tergolong masih rendah kualitasnya, terutama
ahli-ahli atau sarjana eksakta (teknik) yang masih kurang. Di sektor jasa
Indonesia sangat ketinggalan. Padahal seperti diketahui dalam ASEAN Framework
Agreement on Services (AFAS) sudah dibuka liberalisasi untuk profesi Akuntan,
dokter, dokter gigi, insinyur, perawat, dan arsitek. Sektor pertanian yang
merupakan sektor potensial Indonesia ternyata banyak ditinggalkan oleh berbagai
kebijakan pemerintah. Padahal negara ASEAN lain juga punya sektor unggulan
sektor pertanian dan mereka mengembangkannya dengan sungguh-sungguh
4.Kelebihan
yaitu investor Indonesia dapat
memperluas ruang investasinya tanpa ada batasan ruang antar negara anggota
ASEAN. Begitu pula kita dapat menarik investasi dari para pemodal-pemodal ASEAN.
Para pengusaha akan semakin kreatif karena persaingan yang ketat dan para
professional akan semakin meningkatakan tingkat skill, kompetansi dan
profesionalitas yang dimilikinya.
5.Mea Dalam Pertanian
Potensi defisit perdagangan, khususnya produk pertanian,
akan makin besar seiring pemberlakuan MEA 2015. Namun, Indonesia tidak dapat
menghindari diri dari pemberlakuan pasar bebas ASEAN itu. Sedangan dampak
negatifnya bagi Indonesia, keterbukaan bisa menyebabkan serbuan impor terutama
pangan dalam arti luas semakin membesar. Inilah yang harus diperhatikan
pemerintah agar produk- produk pertanian tidak tergilas oleh produk impor.
Menghadapi penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun
2015, Indonesia mengusulkan tiga komoditas pertanian dikecualikan dalam klausul
perdagangan bebas. Ketiga komoditas itu adalah beras, gula dan produk
peternakan ungags. Pengenaan instrumen kepada tiga komoditas itu diyakini mampu
menangkal serbuan produk pertanian impor seiring penerapan pasar bebas Asean.
Indonesia tidak akan mengajukan usulan proteksi. Upaya peningkatan mutu
kualitas dan kuantitas produksi lebih diutamakan. Selain itu, menghadapi
ASEAN Economic Community (AEC) 2015, sektor pertanian didorong untuk memperkuat
perdagangan intra dan ekstra ASEAN dan daya saing produk. untuk meningkatkan
daya saing komoditas pertanian tidak saja ditentukan oleh mutu produk
yang baik, tetapi juga dituntut harga produk yang kompetitif serta ramah
lingkungan dalam proses produksinya. Untuk itu, penggunaan sumber daya
yang efisien, teknologi yang tepat guna serta komitmen yang tinggi dari seluruh
pemangku kepentingan sangat diperlukan. Pelaksanaan MEA sebetulnya mengalami
proses yang sangat panjang. Inisiatif umum dimulai jauh hari, tapi karena
sesuatu hal yang menyangkut struktur sistem pertanian Indonesia, membuat posisi
pertanian Indonesia saat ini lebih rendah dibandingkan dengan Thailand dan
Vietnam, disusul Myanmar dan Kamboja. Namun, untuk produk unggulan
hortikultura, Indonesia memiliki mangga, manggis, dan salak yang sudah diekspor
ke Australia dan Selandia Baru. Sedangkan sector perkebunan Indonesia punya
kelapa sawit dan kopi.
6.Peran kita
sebagai mahasiswa dan masyarakat Indonesia dalam menghadapi MEA
*
Kesadaran Membenahi Diri
Sebagai generasi muda kita harus mempersiapkan diri ketika
pasar bebas ASEAN sudah diberlakukan. Sebab keberlanjutan negara ini ada di
tangan kaum muda-mudi, ketika kesadaran akan pentingnya membenahi diri untuk
menghadapi MEA bagi para generasi muda tidak ada, Indonesia nantinya akan
terjual ke negara lain dan negara indonesai akan dikuasai oleh negara lain.
*Mensosialisasikan
MEA Kepada Orang-orang Terdekat
Dukungan dari generasi muda untuk menghadapi MEA
merupakan salah satu kekuatan Indonesia untuk dapat bertahan dalam persaingan
pasar bebas. Generasi muda perlu membuat berbagai kegiatan diantaranya yaitu
menciptakan usaha sendiri selagi mahasiswa, mensosialisasikan MEA dan mengajak
kaum muda lain untuk meningkatkan daya wirausaha sehingga usaha-usaha baru akan
muncul dan bisa mempertahankan perekonomian negara. Generasi muda merupakan
salah satu tonggak keberhasilan tujuan negara, karena kaum mudalah pemegang
keberlanjutan Negara
7. Tujuan dibentuknya MEA :
1. Meningkatkan stabilitas perekonomian di
kawasan ASEAN.
2. Membentuk kawasan ekonomi antar negara ASEAN
yang kuat.
3. Terciptanya aliran bebas barang,jasa,dan
tenaga kerja terlatih, serta aliran investasi yang lebih bebas.
8.Pendapat saya tentang MEA
Menurut pendapat saya bahwa
salah satu kunci MEA 2015 adalah daya saing ekonomi, tetapi sayangnya daya
saing Indonesia masih lemah. Dalam atribut daya saing pun, Indonesia belum
mengarah pada pengngkatan kualitas, melihat bahwa jumlah produksi Indonesia
cukup besar tetapi produktivitas Indonesia masih ditantang oleh banyak negara
lain. “kita punya potensi, tetapi kita harus meningkatkan potensi tersebut
untuk menjadi kekuatan,” jelasnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar