Senin, 12 Oktober 2015

.MEA (Masyarakat Ekonomi Asean)

1.MEA (Masyarakat Ekonomi Asean)
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan kesepakatan negara-negara ASEAN dalam meningkatkan kerja sama bidang perekonomian akan diberlakukan pada 31 Desember 2015. Bentuk kerja sama ini bertujuan agar terciptanya aliran bebas barang, jasa, dan tenaga kerja terlatih, serta aliran investasi yang lebih bebas. Indonesia yang merupakan salah satu negara yang ikut ambil bagian dalam MEA 2015 memiliki potensi dan peluang yang besar untuk meningkatkan perekonomian nasional.

2.Tujuan Ekonomi ASEAN 2015

Tujuan dibuatnya Ekonomi ASEAN 2015 yaitu untuk meningkatkan stabilitas  perekonomian dikawasan ASEAN, dengan dibentuknya kawasan ekonomi ASEAN 2015 ini diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah dibidang ekonomi antar negara ASEAN, dan untuk di Indonesia diharapkan tidak terjadi lagi krisis seperti tahun 1997.
3.Kelemahan
Kelemahan-kelemahan Indonesia yang belum bisa bersaing dengan negara-negara ASEAN adalAH SDM Indonesia sampai saat ini juga tergolong masih rendah kualitasnya, terutama ahli-ahli atau sarjana eksakta (teknik) yang masih kurang. Di sektor jasa Indonesia sangat ketinggalan. Padahal seperti diketahui dalam ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) sudah dibuka liberalisasi untuk profesi Akuntan, dokter, dokter gigi, insinyur, perawat, dan arsitek. Sektor pertanian yang merupakan sektor potensial Indonesia ternyata banyak ditinggalkan oleh berbagai kebijakan pemerintah. Padahal negara ASEAN lain juga punya sektor unggulan sektor pertanian dan mereka mengembangkannya dengan sungguh-sungguh

4.Kelebihan
yaitu investor Indonesia dapat memperluas ruang investasinya tanpa ada batasan ruang antar negara anggota ASEAN. Begitu pula kita dapat menarik investasi dari para pemodal-pemodal ASEAN. Para pengusaha akan semakin kreatif karena persaingan yang ketat dan para professional akan semakin meningkatakan tingkat skill, kompetansi dan profesionalitas yang dimilikinya.

5.Mea Dalam Pertanian
Potensi defisit perdagangan, khususnya produk pertanian, akan makin besar seiring pemberlakuan MEA 2015. Namun, Indonesia tidak dapat menghindari diri dari pemberlakuan pasar bebas ASEAN itu. Sedangan dampak negatifnya bagi Indonesia, keterbukaan bisa menyebabkan serbuan impor terutama pangan dalam arti luas semakin membesar. Inilah yang harus diperhatikan pemerintah agar produk- produk pertanian tidak tergilas oleh produk impor.
Menghadapi penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015, Indonesia mengusulkan tiga komoditas pertanian dikecualikan dalam klausul  perdagangan bebas. Ketiga komoditas itu adalah beras, gula dan produk peternakan ungags. Pengenaan instrumen kepada tiga komoditas itu diyakini mampu menangkal serbuan produk pertanian impor seiring penerapan pasar bebas Asean. Indonesia tidak akan mengajukan usulan proteksi. Upaya peningkatan mutu kualitas dan kuantitas  produksi lebih diutamakan. Selain itu, menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) 2015, sektor pertanian didorong untuk memperkuat perdagangan intra dan ekstra ASEAN dan daya saing produk. untuk meningkatkan daya saing komoditas  pertanian tidak saja ditentukan oleh mutu produk yang baik, tetapi juga dituntut harga  produk yang kompetitif serta ramah lingkungan dalam proses produksinya. Untuk itu,  penggunaan sumber daya yang efisien, teknologi yang tepat guna serta komitmen yang tinggi dari seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan. Pelaksanaan MEA sebetulnya mengalami proses yang sangat panjang. Inisiatif umum dimulai jauh hari, tapi karena sesuatu hal yang menyangkut struktur sistem pertanian Indonesia, membuat posisi pertanian Indonesia saat ini lebih rendah dibandingkan dengan Thailand dan Vietnam, disusul Myanmar dan Kamboja. Namun, untuk produk unggulan hortikultura, Indonesia memiliki mangga, manggis, dan salak yang sudah diekspor ke Australia dan Selandia Baru. Sedangkan sector perkebunan Indonesia punya kelapa sawit dan kopi.
 
6.Peran kita sebagai mahasiswa dan masyarakat Indonesia dalam menghadapi MEA
* Kesadaran Membenahi Diri
Sebagai generasi muda kita harus mempersiapkan diri ketika pasar bebas ASEAN sudah diberlakukan. Sebab keberlanjutan negara ini ada di tangan kaum muda-mudi, ketika kesadaran akan pentingnya membenahi diri untuk menghadapi MEA bagi para generasi muda tidak ada, Indonesia nantinya akan terjual ke negara lain dan negara indonesai akan dikuasai oleh negara lain.
*Mensosialisasikan MEA Kepada Orang-orang Terdekat
Dukungan dari generasi muda untuk menghadapi MEA merupakan salah satu kekuatan Indonesia untuk dapat bertahan dalam persaingan pasar bebas. Generasi muda perlu membuat berbagai kegiatan diantaranya yaitu menciptakan usaha sendiri selagi mahasiswa, mensosialisasikan MEA dan mengajak kaum muda lain untuk meningkatkan daya wirausaha sehingga usaha-usaha baru akan muncul dan bisa mempertahankan perekonomian negara. Generasi muda merupakan salah satu tonggak keberhasilan tujuan negara, karena kaum mudalah pemegang keberlanjutan Negara
7. Tujuan dibentuknya MEA :

1.    Meningkatkan stabilitas perekonomian di kawasan ASEAN.
2.    Membentuk kawasan ekonomi antar negara ASEAN yang kuat.
3.    Terciptanya aliran bebas barang,jasa,dan tenaga kerja terlatih, serta aliran investasi yang lebih bebas.

8.Pendapat saya tentang MEA
Menurut pendapat saya bahwa salah satu kunci MEA 2015 adalah daya saing ekonomi, tetapi sayangnya daya saing Indonesia masih lemah. Dalam atribut daya saing pun, Indonesia belum mengarah pada pengngkatan kualitas, melihat bahwa jumlah produksi Indonesia cukup besar tetapi produktivitas Indonesia masih ditantang oleh banyak negara lain. “kita punya potensi, tetapi kita harus meningkatkan potensi tersebut untuk menjadi kekuatan,” jelasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar